"Inakadate" Desa Unik dengan Lukisan Sawah yang Indah



Minasan Konbanwa....
Admin Rara datang lagi... (^o^)/

Dari presentasi Divisi Budaya selasa kemarin, kita dapat Refrensi postingan baru nih, tapi di sebut baru bukan hal baru juga. karena bagi yang sering searching pasti udah tau tentang hal ini, tapi karena kita belum pernah posting sebelumnya ya ini baru buat kita...
Pembukaannya kelamaan ya, gomen ne...

To teh point aja deh.

Kali ini saya mau posting tentang desa Inakadate. beberapa pembaca mungkin pernah dengar tentang desa unik ini, tapi kita bagi aja buat pembaca yang belum tau ya...

Inakadate ini berada di Distrik Minamitsugaru Prefekture Aomori Wilayah Tohoku. Di Jepang desa ini merupakan desa penghasil beras terbesar dan salah satu desa tempat wisata yang unik.  Yang membuat desa ini unik tentu saja tempat mereka menghasil beras yaitu sawahnya. Para petani Inakadate menyulap sawah mereka menjadi suatu hasil karya Seni yang sangat menakjubkan, yaitu sawah yang penuh dengan gambar atau nama lainnya Tanbo Art (Seni melukis sawah).

Inakadate Mura


Sejarah

Siapa sangka ternyata sebelum menjadi desa yang seperti sekarang Inakadate sempat menjadi desa mati. Selama beberapa tahun berselang Inakadate tidak memiliki sumber pemasukan untuk kebutuhan menbangun desanya. Sampai suatu ketika diadakan sebuah Ekplorasi Arkeologi yang membuktikan bahwa ternyata semenjak zaman Shengoku, padi pertama kali ditanam didesa mereka. Masyarakat Inakadate-pun sadar kalau itu adalah sebuah hal yang patut untuk di hormati. Masyarakat Inakadate kembali menjadi petani untuk menghormati sejarah desa mereka sejak 200 tahun silam tersebut.

Namun tampaknya dengan terus bertani saja, desa mereka belum bisa kembali hidup. Menurut mereka padi yang mereka tanam hanya cukup untuk memberi makan warga desa saja. Mereka masih butuh modal banyak untuk kembali menghidupkan desa mereka.

Akhirnya para petinggi desa Inakadate mengadakan perkumpulan, mencari ide, bagaimana caranya membuat desa mereka kembali bangkit dan bisa mendapat pemasukan yang sesuai untuk pembangunan desanya. Maka munculah ide untuk membuat sebuah pola bergambar pada sawah mereka. Pada saat itulah Tanbo Art muncul.

Tanbo Art

Tanbo sendiri berasal dari bahasa Jepang yang artinya padi atau sawah. dan Tanbo Art artinya adalah seni melukis sawah. Namun melukis disini tidak menggunakan jat pewarna atau cat seperti melukis pada umumnya. melukis sawah disini adalah membuat sebuah pola bergambar diatas sawah. dimana media pewarnaanya adalah padinya itu sendiri. Tanbo Art ini mulai dikenal sejak tahun 1993 di Inakadate.

Jenis Padi yang di Pakai

Para petani Inakadate menggunakan dua jenis padi untuk membuat sawah mereka menjadi lukisan-lukisan yang indah. yaitu:

1.Padi Tsugaru Roman

Tsugaru Roman
Padi berwarna hijau seperti yang ada di persawahan di Indonesia.
Namun biarpun terlihat sama, padi ini tetap berbeda dengan padi yang ada di Indonesia. 

 



2.Padi Kodaimai


kodaimai


 Padi ini adalah jenis padi tertua di dunia. Seperti yang terlihat di gambar Padi kodaimai mempunyai beberapa warna. dan biasanya para petani Inakadate ini memakai warna kuning, ungu, hitam dan putih.








Proses Pembuatan 

Pembuatan Tanbo Art tentu saja tidak mudah, sebelum menjadi lukisan-lukisan indah itu ada beberapa tahap yang harus di laksanakan oleh para petanai Inakadate.
yaitu: 

Perencanaan


Karena proses penanaman padi membutuhkan waktu sekitar beberapa bulan, maka perencanaan lukisan dilakukan setiap satu tahun sekali. Setelah panen dan sebelum musim panas selanjutnya datang, para petani Inakadate berkumpul dan berunding, lukisan apa yang akan mereka buat tahun ini. Setelah memutuskan lukisan apa yang akan mereka buat mereka akan mulai mendesain gambar tersebut di komputer. Setelah itu mereka melakukan perjanian dengan pemilik tanah tentang lukisan mereka yang akan menghabiskan beberapa petak sawah, jika para pemilik tanah setuju maka selanjutnya tinggal melakukan penanaman pada sawah.

Penanaman

Para petani yang sedang menanam
Biasanya para petani Inakadate mulai menanam sekitar akhir april atau awal mei. Tergantung berakhirnya musim semi. Proses penanaman bisa melibatkan banyak petani. Dari 100 sampe 700 orang. tergantung besar atau kecilnya lukisan. Dari beberapa petani itu akan dibagi beberapa kelompok menurut jenis padi yang ditanam. 




Perawatan

Dari sebuah artikel yang saya baca, perawatan Tanbo Art ini hampir sama seperti perawatan sawah pada umumnya. Namun, Sawah ini terbilang bebas dari hama burung, karena dikatakan bahwa padi kodaimai tidak disukai oleh burung.
petani yang sedang merawat sawah
Masa perawatan di lakukan setiap hari dalam 7 bulan untuk mencegah padi kurang nutrisi dan semacamnya. bulan pertama penanaman bentuk lukisan tidak akan terlihat jelas. Lukisan-lukisan itu akan terlihat jelas pada awal agustus sampai akhir agustus.
Berikut gambar-gambar sawah pada setiap bulan. Hingga akhirnya memperlihatkan lukisan yang indah.

awal juni
 
awal juli

awal agustus

Panen

Seperti pada umumnya semua padi-padi di sawah indah ini pasti menguning jika sudah waktunya dipanen. Masyarakat yang ikut panen biasanya sama banyaknya ketika sedang menanam. Hal unik lain dari cara memanen para petani Inakadate ini adalah memanen padi mengikuti pola lukisan. Walau hal itu tidak selalu dilakukan. Tapi umumnya lebih sering mengikuti pola lukisan.

Seperti pada gambar atas dan bawah.





 Inakadate Menjadi Tempat Wisata yang Unik

para wisatawan yang ingin melihat sawah Inakadate
Tanbo Art Inakadate sudah tidak diragukan lagi keindahannya. Sejak dikenalnya Tanbo Art ini Inakadate tidak pernah sepi pengunjung. Wisatawan dari dalam ataupun luar negeri berbondong-bondong untuk melihat Tanbo Art khas Inakadate.

Maka dari itu. Akhirnya didirikanlah menara setinggi 22 meter di samping balai desa untuk tempat para wisatawan melihat hasil karya para petani di atas sawah seluas 1500 hektar di belakang balai desa tersebut.

Lukisan-Lukisan Sawah Inakadate

Awalnya para petani Inakadate hanya melukis bentuk-bentuk alam yang meurut mereka tidak terlalu rumit. seperti misalnya lukisan gunung iwaki

Namun seiring berjalanya waktu mereka mulai mendisain lukisan yang lebih rumit yang lebih menarik mata pengunjung.
seperti: 

2003 - Leonardo da Vinci, "Mona Lisa"




 2004 - Shiko Munakata - "Dua Bodhisattva dan Sepuluh Besar Murid Shakamuni Buddha" dan "Dewi Ratu Gunung"

 

2005 - Sharaku - "Otani Oniji", Utamaro - "Antologi Puisi: Cinta Section"

2006 - Tawaraya Sōtatsu, "Fujin dan Raijin"

2007 - Hokusai - dari Tiga puluh enam Pemandangan Gunung Fuji: "The Great Wave off Kanagawa" dan "South Wind, Clear Sky"

2008 - Ebisu, Daikokuten

2009 - komandan militer Sengoku, Napoleon

2013 - Geisha dan Marilyn Monroe dan Ultraman





Dan masih banyak lagi seperti:






Memberikan ide untuk Tanbo Art desa lain

Semenjak Tanbo Art dikenal di Inakadate. Setiap desa di Jepang kini mulai mencoba membuat pola Tanbo Artnya sendiri. Seperti gambar Tanbo Art dari Nanyo - Nagoya dibawah ini.



Namun Inakadate tetap sebagai pelopor utama Tanbo Art ini.

Yup...yup...yup...
Keren dan unik banget kan desa di Jepang yang satu ini. Suatu saat kalau wisata ke Jepang sempatkan mampir ke Desa Inakadate ya...

Sekian dulu nih postingan saya. kalau ada yang kurang maaf-maaf aja ya...
Semoga bermanfaat....
Mata ne... (^0^)/

Sumber:
http://anomalibio.blogspot.com/2011/02/masih-ingat-postingan-saya-tentang-crop.html
http://leehans.blogspot.com/2013/06/tanbo-art-seni-melukis-di-atas-sawah.html
http://aika-hiromi.blogspot.com/2013/09/tanbo-art-seni-lukis-sawah-di-jepang.html
http://japanesestation.com/tanbo-art-seni-melukis-sawah-oleh-petani-jepang/
http://www.kaskus.co.id/thread/51d95ed07e1243a45b000003/tanbo-art-seni-melukis-di-atas-sawah-jepang/m.kaskus.co.id
http://blogs.unpad.ac.id/diyanifauziyah058/tag/pertanian-kreatif/

Cosplay yoo


Moshi moshiii, yo yo yo, kembali lagi dengan liputan JJLC #apasih

kali ini mimin Heiji mau ngebahas tentang cosplay, jadi kemaren kakak Kadiv Cosplay yaitu Seto memberikan materi corner tentang cosplay.. naah berikut sekilas tentang cosplay :3

Cosplay (コスプレ Kosupure) adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo) yang berasal dari gabungan kata "costume" (kostum) dan "play" (bermain). 

Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan film kartun. 

Pelaku cosplay disebut cosplayer, Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai layer.


Kilas Sejarah Cosplay di Jepang

Sejak paruh kedua tahun 1960-an, penggemar cerita dan film fiksi ilmiah di Amerika Serikat sering mengadakan konvensi fiksi ilmiah. Peserta konvensi mengenakan kostum seperti yang dikenakan tokoh-tokoh film fiksi ilmiah seperti Star Trek. Budaya Amerika Serikat sejak dulu mengenal bentuk-bentuk pesta topeng (masquerade) seperti dalam perayaan Haloween dan Paskah.

Tradisi penyelenggaraan konvensi fiksi ilmiah sampai ke Jepang pada dekade 1970-an dalam bentuk acara peragaan kostum (costume show).Di Jepang, peragaan "cosplay" pertama kali dilangsungkan tahun 1978 di Ashinoko, Prefektur Kanagawa dalam bentuk pesta topeng konvensi fiksi ilmiah Nihon SF Taikai ke-17. 

Kritikus fiksi ilmiah Mari Kotani menghadiri konvensi dengan mengenakan kostum seperti tokoh dalam gambar sampul cerita A Fighting Man of Mars karya Edgar Rice Burroughs. Tidak hanya Mari Kotani menghadiri Nihon SF Taikai sambil ber-cosplay. Direktur perusahaan animasi Gainax, Yasuhiro Takeda memakai kostum tokoh Star Wars.

Pada waktu itu, peserta konvensi menyangka Mari Kotani mengenakan kostum tokoh manga Triton of the Sea karya Osamu Tezuka. Kotani sendiri tidak berusaha keras membantahnya, sehingga media massa sering menulis kostum Triton of the Sea sebagai kostum cosplay pertama yang dikenakan di Jepang. 

Selanjutnya, kontes cosplay dijadikan acara tetap sejak Nihon SF Taikai ke-19 tahun 1980. Peserta mengenakan kostum Superman, Atom Boy, serta tokoh dalam Toki o Kakeru Shōjo dan film Virus. Selain di Comic Market, acara cosplay menjadi semakin sering diadakan dalam acara pameran dōjinshi dan pertemuan penggemar fiksi ilmiah di Jepang.

Majalah anime di Jepang sedikit demi sedikit mulai memuat berita tentang acara cosplay di pameran dan penjualan terbitan dōjinshi. Liputan besar-besaran pertama kali dilakukan majalah Fanroad edisi perdana bulan Agustus 1980. Edisi tersebut memuat berita khusus tentang munculnya kelompok anak muda yang disebut "Tominoko-zoku" ber-cosplay di kawasan Harajuku dengan mengenakan kostum baju bergerak Gundam. 

Kelompok "Tominoko-zoku" dikabarkan muncul sebagai tandingan bagi Takenoko-zoku (kelompok anak muda berpakaian aneh yang waktu itu meramaikan kawasan Harajuku). Istilah "Tominoko-zoku" diambil dari nama sutradara film animasiGundam, Yoshiyuki Tomino, dan sekaligus merupakan parodi dari istilah Takenoko-zoku. 

Foto peserta cosplay yang menari-nari sambil mengenakan kostum robot Gundam juga ikut dimuat. Walaupun sebenarnya artikel tentang Tominoko-zoku hanya dimaksudkan untuk mencari sensasi, artikel tersebut berhasil menjadikan "cosplay" sebagai istilah umum di kalangan penggemar anime.

Sebelum istilah cosplay digunakan oleh media massa elektronik, asisten penyiar Minky Yasu sudah sering melakukan cosplay. Kostum tokoh Minky Momo sering dikenakan Minky Yasu dalam acara temu darat mami no RADI-karu communication yang disiarkan antara lain oleh Radio Tōkai sejak tahun 1984. Selanjutnya, acara radio yang sama mulai mengadakan kontes cosplay. Dari tahun 1989 hingga 1995, di tv asahi ditayangkan ranking kostumcosplay yang sedang populer dalam acara Hanakin Data Land.

Sekitar tahun 1985, hobi cosplay semakin meluas di Jepang karena cosplay telah menjadi sesuatu hal yang mudah dilakukan. Pada waktu itu kebetulan tokoh Kapten Tsubasa sedang populer, dan hanya dengan kaus T-shirt pemain bola Kapten Tsubasa, orang sudah bisa "ber-cosplay". Kegiatan cosplay dikabarkan mulai menjadi kegiatan berkelompok sejak tahun 1986. Sejak itu pula mulai bermunculan fotografer amatir (disebut kamera-kozō) yang senang memotret kegiatan cosplay.

Pembagian Kategori Cosplay

Secara umum cosplay dinilai sama. Tetapi tak langsung dalam beberapa event yang terjadi di Indonesia sering dilakukan pembagian/kategori cosplay :

- Cosplay anime/manga. Cosplay yang berasal dari anime maupun manga. Biasanya manhwa.
- Cosplay Game. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter di Game.
- Cosplay Tokusatsu. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter di film tokusatsu.
- Cosplay US. Cosplay yang berasal dari komik, kartun atau film amerika seperti marvel, DC, Star Trek,   star wars
- Cosplay Gothic. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter bernuansa gelap atau Gothic. Biasanya digabung dengan Lolita.
- Harajuku Style. Beberapa cosplayer sering menduga Harajuku style adalah bagian dari cosplay. Beberapa - Harajuku style muncul di manga/anime seperti Nana.
- Cosplay Original. Cosplay yang benar-benar original tidak ada di anime, tokusatsu dan lainnya. Atau memiliki dasar yang sama seperti tokoh game Kingdom heart misalnya:Sora (Kingdom Heart) tetapi berbentuk metalic (modern)

Beberapa contoh Cosplay










Hinamatsuri (perayaan untuk anak perempuan)



konbanwa.... (^0^)/
Buat para pecinta budaya Jepang salam kenal nih...
aku admin baru Blog, boleh dipanggil Rara....

sebagai awalan aku mau ngepost sesuatu yang pastinya kalian semua udah tau...
yaitu Hinamatsuri....

ayo siapa yang gak tau Hinamatsuri. share aja ya buat yang belum tau...

Seperti artinya Hinamatsuri ini berarti perayaan 'Hina'. tapi bukan Hina menurut orang indonesia ya...
'Hina' disini merupakan nama boneka, kalau orang Jepang sering menyebutnya hinaningyō (雛人形, boneka festival). Perayaan ini diadakan setiap tanggal 3 Maret. Tujuan perayaan ini adalah untuk mendoakan pertumbuhan para anak perempuan.

Ini nih yang di sebut Hinaningyo


walaupun di sebut matsuri. Tapi sebenarnya hinamatsuri ini lebih seperti acara keluarga, karena biasanya yang merayakan hinamatsuri hanya keluarga yang memiliki anak perempuan saja.

Sebelum hinamatsuri berlangsung, semua keluarga yang memiliki anak prempuan, bersama-sama menyusun hinaningyo untuk di panjang.Pemajangan hinaningyo biasanya tidak berlangsung lama, karena ada mitos kalau hinamatsuri sudah selesai hinaningyo harus segera dirapihkan kembali. karena jika tidak hinaningyo itu bisa menyerap roh jahat dan nasib sial yang tentunya tidak baik.
Karena alasan yang pemajangannya yang sebentar itu pula, hinaningyo biasanya di teruskan dari ibu ke anak perempuan, dari anak ke anaknya dan seterusnya.

pesamasang hinaningyo seperti gambar diatas tidak semarangan loh...
biasanya, setiap tingkat boneka yang diletakan juga berbeda...

Kita bahas dulu dari tempat meletakannya yaitu panggung bertingkat, panggung itu biasa di sebut dankazari. Dankazari biasanya diberi alas kain merah tebal yang disebut hi-mōsen. tingkat Danzakari disesesuaikan dengan berapa banyak boneka yang hendak dipajang. Susunan pemajangannya juga di atur bedasar tradisi turun-temurun dari tradisi kerajaan.

Satu set boneka biasanya juga dilengkapi dengan miniatur tirai lipat (byōbu) berwarna emas untuk dipasang sebagai latar belakang. Di sisi kiri dan kanan diletakkan sepasang miniatur lampion (bombori). Perlengkapan lain berupa miniatur pohon sakura dan pohon tachibana, potongan dahan bunga persik sebagai hiasan.

 Berlanjut kesusunan boneka disetiap tangga. Tahap paling atas slalu dan pasti ditempati oleh boneka yang melambangkan kaisar (o-dairi-sama) dan permaisuri (o-hina-sama).

tahap pertama
Di tahap kedua Tiga boneka puteri istana (san-nin kanjo), putri-putri ini digambarkan membawa peralatan minum sake dan yang tengah biasanya membawa mangkuk sake yan disebut sakazuki. Jika khas kyoto boneka puti yang di letakan di tengah biasanya membawa shimadai (hiasan tanda kebahagiaan dari daun pinus, daun bambu, dan bunga ume).

tahap kedua
Di tahap ke tiga ditempati oleh 5 boneka pemain musik yang disebut (go-nin bayashi).


tahap ketiga

Di tahap ke empat di tempati oleh 2 boneka menteri (daijin) yang terdiri dari Menteri Kanan (Udaijin) dan Menteri Kiri (Sadaijin), Menteri Kanan digambarkan masih muda, sedangkan boneka Menteri Kiri tampak jauh lebih tua.

tahap keempat
Di tahap kelima di isi oleh tiga boneka pesuruh pria (shichō). Ketiganya masing-masing membawa bungkusan berisi topi (daigasa) yang dibawa dengan sebilah tongkat, sepatu yang diletakkan di atas sebuah nampan, dan payung panjang dalam keadaan tertutup. kadang juga para bonka pesuruh ini di gamarkan membawa penggaruk dari bambu dan sapu.

tahap ke 5
Lalu ditahap selanjutnya di letakan boneka-boneka yang menyerupai berbagai miniatur mabel, ditarik oleh kereta sapi yang dijadikan hadiah pernikahan.
tahap terakhir

hinaningyo yang sring dipasang sekarang ini
Tapi pemajangan hinaningyo yang lengkap seperti yang telah dijabarkan tadi, akhir-akhir ini tidak dilakukan setiap rumah di Jepang. Hanya yang memiliki rumah yang luas dan keluarga yang mencukupi saja yang melakukannya. alasanya tentu saja karena boneka-boneka yang cantik itu memang mahal. Di tambah, masyarakat Jepang sekarang ini lebih banyak memiliki rumah yang minimalis, sehingga kadang tidak ada tempat untuk memajang seperangkat boneka itu. Tapi biarpun begitu mereka
tetap merayakan Hinamatsuri dan memajang boneka Hina yang melambangkan kaisar (o-dairi-sama) dan permaisuri (o-hina-sama) saja.


sekian dulu ya pembahasan tentang Hinamatsuri untuk kali ini...
di lain kesempatan aku akan mencoba berbagi berita yang lebih unik lagi...
Arigatou... :D

Writer: Admin Rara

LALALALALAJakarta Japan Lunatic Club - JJLC UNJ - Powered by Blogger - Admin by Nur Muhammad Septia Putra -